BG 2.32 — Sankhya Yoga
BG 2.32📚 Go to Chapter 2
यदृच्छयाचोपपन्नंस्वर्गद्वारमपावृतम्|सुखिनःक्षत्रियाःपार्थलभन्तेयुद्धमीदृशम्||२-३२||
yadṛcchayā copapannaṃ svargadvāramapāvṛtam . sukhinaḥ kṣatriyāḥ pārtha labhante yuddhamīdṛśam ||2-32||
यदृच्छया: of itself | चोपपन्नं: and | स्वर्गद्वारमपावृतम्: the gate of heaven opened | सुखिनः: happy | क्षत्रियाः: Kshatriyas | पार्थ: O Partha | लभन्ते: obtain | युद्धमीदृशम्: battle such
GitaCentral Bahasa Indonesia
Wahai Arjuna! Perang yang datang dengan sendirinya dan terbuka seperti pintu surga seperti ini hanya diperoleh oleh para Kshatriya yang beruntung.
🙋 Bahasa Indonesia Commentary
Arti kata: Yadrichchhaya - dengan sendirinya, cha - dan, upapannam - datang, svargadvaram - gerbang surga, apavritam - terbuka, sukhinah - bahagia, kshatriyah - para ksatria, partha - wahai Arjuna, labhante - memperoleh, yuddham - pertempuran, idrisham - seperti ini. Komentar Swami Sivananda: Kitab suci menyatakan bahwa jika seorang ksatria gugur demi kebenaran di medan perang, ia segera pergi ke surga.
English
Swami Gambirananda
Swami Adidevananda
Hindi
Swami Ramsukhdas
Sanskrit
Sri Ramanuja
Sri Madhavacharya
Sri Anandgiri
Sri Jayatirtha
Sri Abhinav Gupta
Sri Madhusudan Saraswati
Sri Sridhara Swami
Sri Dhanpati
Vedantadeshikacharya Venkatanatha
Sri Purushottamji
Sri Neelkanth
Sri Vallabhacharya
Detailed Commentary
**2.32.** "Peperangan yang datang kepadamu dengan sendirinya ini juga merupakan gerbang surga yang terbuka lebar. Wahai putra Prithā, para Kshatriya yang memperoleh peperangan seperti itu adalah yang paling beruntung." **Komentar:** Penjelasan—'Yadṛcchayā copapannaṁ svargadvāramapāvṛtam'—Ketika berjudi dengan dadu melawan para Pāṇḍava, Duryodhana telah menetapkan syarat bahwa jika mereka kalah, mereka harus menjalani pengasingan dua belas tahun di hutan dan satu tahun hidup dalam penyamaran. Setelah tahun ketiga belas, mereka akan mendapatkan kembali kerajaan mereka. Namun, jika mereka ditemukan selama tahun hidup dalam penyamaran, mereka harus menjalani lagi dua belas tahun pengasingan di hutan. Setelah kalah dalam perjudian itu, para Pāṇḍava, sesuai syarat, menyelesaikan dua belas tahun pengasingan dan satu tahun hidup dalam penyamaran. Setelah itu, ketika mereka menuntut kerajaan mereka, Duryodhana berkata bahwa ia tidak akan memberikan mereka tanah seluas ujung jarum pun tanpa peperangan. Bahkan setelah Duryodhana berkata demikian, usulan perdamaian berulang kali diajukan dari pihak Pāṇḍava, tetapi Duryodhana tidak menerima perdamaian dengan mereka. Oleh karena itu, Sang Tuhan berkata kepada Arjuna bahwa peperangan ini telah datang kepadamu dengan sendirinya. Bagi seorang kesatria Kshatriya yang gugur dengan gagah berani dalam peperangan yang adil (dharma yuddha) yang datang dengan sendirinya ini, gerbang menuju surga tetap terbuka lebar. 'Sukhinaḥ Kṣatriyāḥ Pārtha Labhante Yuddhamīdṛśam'—Para Kshatriya yang memperoleh peperangan yang adil seperti ini adalah yang paling beruntung. Di sini, makna menyebut mereka 'beruntung' (sukhinaḥ) adalah bahwa kebahagiaan yang terletak dalam menjalankan kewajiban (dharma) tidak ditemukan dalam menikmati kesenangan duniawi. Bahkan hewan dan burung pun mengalami kebahagiaan dari kenikmatan duniawi. Oleh karena itu, mereka yang memperoleh kesempatan untuk menjalankan kewajibannya harus dianggap sangat diberkati. **Keterkaitan:** Dalam empat ayat berikutnya, dijelaskan konsekuensi dari tidak berperang.